Profil Kaum Hobbit Di Dusun Rampasasa, Manggarai Timur


sergapntt.com [WAERII] – Tahukah anda tentang kurcaci? Ituloh manusia gaib yang berbadan imut!  
Atau pernahkah kalian menonton film trilogi terkenal yang berjudul The Lord of the ring? Jika pernah, kalian pasti tahu bahwa tokoh utama dalam film trilogi tersebut adalah orang cebol atau katai yang sering disebut Hobbit.
Dalam pembuatan film The lord of the ring, sebenarnya tidak ada orang cebol asli, itu hanya menggunakan efek khusus, sehingga sang tokoh nampak seperti orang cebol. Tog begitu, tidak berarti orang cebol tidak ada. Jawabannya ada! Bahkan bisa dibilang ada kampung orang-orang cebol atau hobbit. Jika anda ingin membuktikannya; kunjungi Provinsi Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Dusun Rampasasa, sebuah distrik perkampungan yang berada di Desa Waemulu Kecamatan Waerii Kabupaten Manggarai Timur.

Ya,,, mayoritas warga Dusun Rampasasa hanya memiliki tinggi badan sekitar 140 cm hingga 150 cm. Dan, berdasarkan hasil penelitian dari Tim Antropologi Ragawi Universitas Gadjah Mada yang dipimpin Profesor Teiku Jacob menyatakan bahwa 80% warga Rampasasa tergolong sebagai individu Pigmy atau katai.

Tinggi badan warga Rampasasa pada umumnya adalah sekitar 145 cm untuk laki-laki dan 135 cm untuk perempuan. Tapi,,,,, walaupun tinggi badan mereka tergolong pendek, mereka tetap terlihat seperti orang biasa, karena mereka mempunyai berat badan dan proporsi tubuh yang normal. Apalagi jika mereka difoto tanpa menggunakan pembanding, maka mereka nampak seperti orang normal kebanyakan. Misalnya, Viktor Dau. Lelaki yang diduga keturunan asli Hobbit ini tak sungkan berada diantara orang-orang yang bertinggi badan normal bangsa Asia.

Sebagian besar dari mereka bermata pencaharian sebagai petani, mereka menanam padi, ubi, dan buah-buahan untuk dikonsumsi sendiri atau digunakan sebagai alat tukar atau berter dengan hasil tanaman lainya yang dihasilkan oleh penduduk desa tetangga.

Hingga sekarang, belum ada penyebab yang pasti kenapa penduduk Rampasasa bisa menjadai Katai, tapi menurut salah satu tetua Rampasasa bernama Darius Sika; kelainan tinggi badan warga rampasasa ini besar kemungkinanya disebabkan faktor keturunan, dan hal ini mungkin saja benar, karena beberapa anak Rampasasa yang merupakan hasil hubungan kawin campur mempunyai tinggi badan 160 cm hingga 170 cm. Kondisi ini makin menegaskan bahwa faktor keturunan ikut andil dalam anomali tinggi badan kaum Rampasasa ini.

Terlebih lagi dengan ditemukanya fosil manusia purba Homo Floresiensis yang memang merupakan spesies katai (berdasarkan rekap rangka, tinggi badan rata-rata Homo Floresiensi hanya sekitar 100 cm sampai 120 cm) di Gua Loa, sebuah situs antropologi yang berada tak jauh dari Rampasasa,  jaraknya hanya sekitar 1 kilometer).

Begitulah sepenggal profil kaum hobbit Rampasasa. Tapi,,,,,,! Terlepas dari bagaimana fisik warga Rampasasa, mereka tetaplah saudara kita yang harus kita sayangi, mereka adalah salah satu komponen perbedaan dalam kebinekaan Nusantara yang sudah membuat bangsa ini menjadi Kuat. Tak ada istilah beda fisik, kerena kita semua akan nampak sama di mata Tuhan Allah kita. Hanya Iman dan Amal kitalah yang membedakanya. (by. wahw33d)

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s