Berburu Makluk Aneh Di Pulau Flores


sergapntt.com [KUPANG] – Sejumlah peneliti lokal dan asing terus memburu keberadaan makluk-makluk aneh di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dua diantara yang dicari tentang keberadaannya adalah Ahool dan Ebu Gogo. Ahool adalah hewan bringas yang mirip kelelawar yang disebut-sebut tinggal di Pulau Kelelawar, salah satu pulau yang dihuni jutaan kelelawar berukuran besar (paling besar bisa mencapai berat 2 KG) di Taman Laut 17 Pulau Riung, Kabupaten Ngada, NTT.   
Ahool sendiri merupakan monster terbang mirip kelelawar raksasa. Beberapa sumber di Pulau Flores menyebutkan pernah melihat Ahool. Hanya saja, hewan tersebut sangat pemalu. Itu sebabnya ketika bertemu penduduk, ia langsung menghilang. Makluk ini pertama kali dilihat oleh Van Borcht, seorang misionaris asal Belanda tahun 1943.
Sedangkan Ebu Gogo adalah makhluk mirip manusia yang muncul pada mitologi penduduk Pulau Flores,  yang memiliki bentuk mirip leprechaun atau peri. “Orang kecil” yang memiliki tinggi satu meter kotor ini katanya memiliki telinga menjulur ditutupi rambut, periuk-berperut. Mereka berjalan agak kikuk dan sering “berbisik” menggunakan bahasa mereka.
Versi lain menyebutkan Ebu Gogo adalah kurcaci. Selain memiliki badan kecil berotot dan punya ilmu gaib tinggi, Ebu Gogo juga sering bikin ulah. Jika mereka sedang marah, mereka doyan melampiaskan amarah mereka kepada hewan atau manusia. Umumnya, warga Flores sering menyebutnya dengan sebutan Noa. Faktanya, 10 tahun terakhir sejumlah hewan dan beberapa nyawa manusia melayang.
“Ya,,, disini sering sekali Noa pukul manusia. Jika terlambat panggil dukun, nyawanya pasti habis,” ujar Alosius Yenris (72), warga Flores yang berpapasan dengan SERGAPNTT.com di Maumere, Kabupaten Sikka, awal pekan lalu.
Sejumlah peneliti lokal dan asing pun terlihat di Pulau Flores. Rasa penasaran terus menghantui mereka. Dari kampung ke kampung, masuk hutan keluar hutan hampir dilakukan setiap hari. Sayang sejauh ini perburuan mereka belum menemui hasil seperti yang diharapkan. Mereka hanya menemukan kerangka kedua makluk itu. Kerangka Ebu Gogo ditemukan di Kabupaten Manggarai, sedangkan kerangka Ahool ditemukan di kawasan hutan lindung di Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada.
By. ETHOS
About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s