Insiden Penembakan di Malam Tahun Baru


Korban Penembakan di Aceh

sergapntt.com (JAKARTA) – Perayaan malam tahun baru di Tanah Air harus ‘ternoda’ oleh dua insiden penembakan warga oleh orang tak dikenal yang bersenjata. Peristiwa yang terjadi di Aceh ini menelan 4 korban jiwa.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution memastikan secara umum perayaan Tahun Baru berlangsung aman. Namun memang ada tiga kasus, di mana dua insiden terjadi di Aceh.

Berikut kronologi kejadian seperti yang disampaikan Saud Usman, Minggu (1/1/2012) dinihari:

Pukul 21.00 WIB di Kecamatan Jempa, Bireuen

Para pekerja kabel Telkom sedang berada di dalam mess. Tiba-tiba datang para pelaku yang menggunakan sepeda motor dan membawa senjata api AK.

Mereka langsung memberondong ke dalam mess dan menembaki para pekerja. Tiga di antara para korban langsung meninggal dunia. Mereka adalah Sunyoto, Suparno, dan Daud. Sementara korban luka 7 orang bernama Andri, Hasan, Kirul, Imam, Kopral, Aan dan Bonjol.

“Pelaku dalam penyelidikan,” kata Saud.

Pukul 21.00 WIB di Kampung Doi Ulee Kareng, Banda Aceh

Seorang karyawan toko bernama Wagino ditembak oleh pelaku bersenjata yang tak dikenal. Si pelaku menggunakan sepeda motor saat melakukan penembakan dengan senjata api genggam.

Peluru mengani kepala sebelah kiri dan menembus ke sebelah kanan. “Pelaku masih dalam penyelidikan,” imbuhnya.

Sementara itu, menajemen PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menyatakan telah melakukan pemeriksaan lapangan atas kabar tewasnya pekerja mereka dalam aksi penembakan pada malam tahun baru di Bireun (31/12), Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Sebab, diketahui korban tewas dan luka merupakan pekerja dari kontraktor mitra kerja anak perusahaannya, Telkomsel.
“Sesuai hasil pengecekan bahwa korban tewas maupun luka-luka adalah pekerja galian kabel fiber optik Telkomsel, anak perusahaan Telkom,” kata Eddy Kurnia, Head of Corporate Commnunication and Affair Telkom, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (1/1/2012).
Terhadap insiden penembakan tersebut, Eddy Kurnia mengatakan, menajemen Telkom Group menyatakan keprhatinan dan dukacita kepada keluarga korban. “Kami berharap, semoga situasi di NAD makin kondusif sehingga masyarakatnya ada dalam kesejahteraan,” ujar Eddy Kurnia.
Seperti diberitakan sebelumnya, terjadi insiden penembakan pada malam pergantian tahun, Sabtu (31/12), di kecamatan Jeumpa, Bireun, NAD. Aksi penembakan oleh orang tak dikenal tersebut memakan tiga korban jiwa dan tujuh luka-luka. Kepolisian menyebutkan, para korban adalah pekerja galian kabel PT Telkom.
Diketahui, aksi penembakan orang tak dikenal pada malam tahun baru tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 WIB yang mengakibatkan tiga orang tewas. Berdasarkan informasi yang diperoleh, 2 orang tak dikenal itu mengenderai sepeda motor membrondong bace camp pekerja galian fiber optik Telkomsel dengan senjata api AK 47. Akibat pembrondongan brutal itu, 7 korban selamat, dan 3 korban tewas ditempat.
Saat ini ketujuh korban luka tembak telah berhasil dioperasi oleh tim dokter Rumah Sakit Dr Fauziah Bireuen. Ketiga korban tewas masih disemayamkan di rumah sakit menunggu pihak keluarga. Seorang dari tujuh korban yang selamat dari siraman timah panas itu mengatakan, aksi penembakan brutal yang dialaminya itu berlangsung pada saat mereka tidur.
“Tiba-tiba terdengar ketukan pintu, salah seorang dari kami terbangun, terlihat dua orang menggunakan helm langsung mengarahkan senjata ke dalam rumah, dan melepaskan tembakan secara membabi buta,” ucap korban tersebut.
DIKEJAR POLISI
Pelaku penembakan malam tahun baru yang menewaskan tiga orang di Banda Aceh dan Bireun, NAD, masih dalam pengejaran kepolisian. Sejumlah lokasi yang diduga sebagai tempat persembunyian pelaku, kini sedang polisi selidiki.

“Sejauh ini, pelaku masih terus diburu,” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Gustav Leo, Minggu (1/1/12).

Polisi, kata Gustav, sudah mendalami sejumlah titik yang dianggap berpotensi sebagai tempat persembunyian pelaku, baik itu untuk kasus penembakan di Banda Aceh maupun di Bireuen. Untuk kasus penembakan di Banda Aceh, kata Gustav, polisi sudah memeriksa tiga orang saksi, termasuk salah satunya pemilik Toko Boneka dimana korban Wagino bekerja.

“Polisi juga menemukan barang bukti berupa proyektil senjata genggam,” katanya.

Sejauh ini, kata Gustav, belum diketahui persis apa motif dari penembakan tersebut. “Tapi dugaan awal, terkait masalah pribadi. Mungkin hutang piutang,” katanya.

Sedangkan untuk kasus penembakan di Bireuen, lanjutnya, jajaran Polres Bireuen sedang memeriksa sebanyak 40 saksi, yang semuanya adalah rekan korban. Selain itu, polisi juga sedang berkoordinasi terkait pemulangan tiga jenazah korban ke Jember, Jawa Timur.

“Motif kasus ini belum diketahui,” katanya.

By. CHE

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s