Gubernur NTT “Marah” Bupati Sabu Raijua


sergapntt.com [KUPANG] – Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya benar-benar marah pada Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Sabu Raijua, Ir. Marthen Dira Tome dan Drs. M. Rihi Heke, M.Si. Sebab, kedua petinggi di Sabu Raijua itu tidak hadir dalam acara pelantikan Sekda Sabu Raijua, Drs. Julius Uly yang seharusnya terjadi pada Senin (9/1/12) di aula El tari Kupang. Itu pasalnya, Senin kemarin Gubernur menolak melantik Sekda. Baru setelah didatangi Wakil Bupati, Gubernur baru mau melantik Sekda pada Selasa (10/1/12) di ruang rapat Sekda Provinsi NTT.
Usai melantik, Lebu Raya mengatakan,”Kenapa kemarin saya tidak mau melantik Sekda Sabu Raijua. Karena saya mau pelantikan ini dihadiri bupati dan wakil bupati. Masa sekda dibiarkan sendiri. Sekda itu tulang punggung bupati dan wakil bupati, minimal salah satunya hadir, lebih bagus lagi kalau dua-dua hadir. Karena inilah hirarki kerja kita. Saya tidak punya masalah dengan Sabu Raijua. Penundaan itu, karena saya cinta Sabu Raijua. Itu sebabnya kita mesti sinergis. Mari kita tempatkan kepentingan rakyat di atas segala-galanya”.
Menurut Lebu raya, sebelum menunda pelantikan, ia terlebih dahulu telah memanggil Julius Uly ke ruangannya. “Waktu di ruangan saya bilang ke pak Julius, pak Julius, saya tidak akan melantik sampai bupati atau wakil bupati hadir. Kenapa bupati tidak hadir? Kenapa wakil bupati tidak hadir? Karena itu, sebagai Gubernur saya berkewajiban mensinergiskan ini. Pemimpin itu mesti akur. Kita perlu ada komunikasi yang baik. Kita harus kerja keras dan bersinergis. Lebih cepat, lebih baik. Sehingga persoalan yang dihadapi masyarakat bisa diminimalisir,” papar Lebu Raya disambut tepuk tangan para undangan pelantikan Sekda Sabu Raijua.  
   
Karena itu, Lebu Raya meminta tidak ada yang berpikir negatif kenapa pelantikan Sekda ditunda. “Saya perlu sampaikan bahwa tidak ada persoalan dengan Sekda Sabu Raijua. Jangan ada yang berpikiran miring dan negatif. Itu terlalu jauh,” tandasnya.
 Gubernur menjelaskan, peristiwa pelantikan Sekda Sabu Raijua, sesungguhnya telah melalui proses yang cukup panjang. Hal ini memiliki makna dan nilai strategis karena memperlihatkan eksistensi pembinaan karier PNS yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua membawa hasil yang memuaskan dengan adanya sistem pengkaderan aparat birokrat yang tepat, nyata dan berkualitas.
Mengapa Bupati dan Wakil Bupati harus hadir dalam acara pelantikan Sekda?  Seorang Sekda memiliki peranan penting dan strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan. Karena itu, sudah semestinya Bupati dan Wakil Bupati hadir. Karena Sekda di Kabupaten juga merupakan sekretarisnya bupati dan wakil bupati. Untuk itu, sekda yang dilantik perlu mendapat dukungan yang kuat dan solid dari bupati dan wakil bupati.
Lebu Raya mengaku, ia sangat mencintai masyarakat Sabu Raijua. “Saya buktikan, sejak menjadi Wakil Gubernur, saya sudah menjelajahi wilayah Sabu Raijua. Bahkan setelah menjadi Gubernur, satu-satunya Gubernur NTT yang sudah pernah menginjakan kaki di Raijua adalah saya. Kalau di Sabu sudah beberapa gubernur. Tapi, di Raijua, baru saya. Karena itu, saya tidak dendam dengan Sekda yang mau dilantik. Tidak! Kalau Bupati atau Wakil Bupati datang malam (kemarin), saya bilang ke pak Julius, malam (kemarin) juga saya lantik. Saya perlu tegaskan bahwa daerah ini tidak bisa dibangun di atas rasa dendam. Mari kita bekerja dengan tulus dan ikhlas untuk membangun daerah ini,” imbuhnya.
           
Secara khusus, Lebu Raya berpesan kepada Sekda yang baru dilantik untuk membantu tugas-tugas bupati dan wakil bupati selaku pejabat pembina kepegawaian di daerah, terutama dalam upaya memberikan pemahaman sekaligus pengawasan kepada semua PNS di lingkungannya, khususnya para pejabat struktural. “Saya ingatkan kepada Sekda yang baru dilantik perhatikan para pejabat struktural untuk tidak menyalahgunakan fasilitas yang diberikan, untuk kepentingan pribadi, keluarga dan golongan tertentu. Tanamkan dalam hati sanubari bahwa fasilitas yang diberikan itu bersumber dan dibiayai oleh negara, yang berasal dari dana masyarakat dan digunakan untuk menunjang pelaksanaan tugas kedinasan,” pintanya.
Diakhir kata, Lebu Raya mengajak para pejabat untuk ingat kampung halaman. “Saya canangkan Gerakan Pulang Kampung (GPK), Bale La’amu ama ina. Mari kita semua kembali kampung halaman kita masing-masing untuk membangun diri, keluarga dan daerah kita masing-masing,” ucapnya.
By. CHRIS PARERA/MEGGY UTOYO

About these ads

One thought on “Gubernur NTT “Marah” Bupati Sabu Raijua”

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s