Doyan Selingkuh, Wartawati Pun Dilibas


Kisah Binal Oknum Pejabat Eselon II di Lingkup Pemprov NTT
sergapntt.com [KUPANG] – Alasan lupa ternyata banyak dipakai para pejabat, terutama para pejabat yang doyan korupsi dan keranjingan melahap ‘daun muda’. Hengky misalnya, —nama samaran—. Pejabat eselon II di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT ini menjadi lupa istri setiap bertemu perempuan montok dengan dada menyembul. Demam puber pertama seolah kembali merasuk jiwa. Rasa penasaran menjadi nafsu yang tak terukur. Segala cara ia pakai, yang penting sang target jatuh ke pelukannya. Bagi Hengky, semua perempuan sama saja. Tak peduli profesinya apa. Selama bisa berbagi rasa lewat cinta sesaat, itu merupakan rejeki yang patut dinikmati. Hahay,,,,,!
Beberapa bulan lalu, Hengky didatangi seorang wartawati, sebut saja Erna —samaran juga coy—. Bodynya aduhai. Dadanya menantang bagai gunung Inerie di Kabupaten Ngada sana. Tajam menukik mata. Siapa saja yang melihatnya, pasti akan terpesona dan ingin mendakinya. Apalagi bokongnya, sudah kayak mobil BMW baru. Seksi abissssss bro.
Awalnya Erna mewawancarai Hengky soal beberapa masalah yang terjadi di lingkungan kerja tempat Hengky memimpin. Namun setiap kali menjawab pertanyaan, mata Hengky selalu melahap bagian dada si wartawati sebuah surat kabar harian terbitan Kota Kupang itu. Erna sadar itu. Tapi ia biarkan saja. Maklum, sebelum menjadi wartawati, Erna punya kisah kelam selama masih di bangku SMA hingga kuliah. Selalu gonta-ganti pacar. Apalagi ia berasal dari keluarga broken home. Ayahnya dulu kedapatan selingkuh sama istri orang.  
Tahu akan itu, Hengky mulai mencoba menjajal pertahanan bathin Erna. Basa-basi puja-puji mulai ia letupkan. Erna yang lagi konsen wawancara pun terperangah. Ia tak menduga sang pejabat yang ada didepannya  punya daya ‘humor’ tinggi. Terbesit dalam hati kecilnya, hmmmm,,,, pasti puja-puji ini ada maunya,,,! Benar saja, selepas proses wawancara, si pejabat minta tukaran nomor handphone. Setelah itu Erna diberi amplop berisi uang. Entah berapa jumlahnya. Tapi,,, dengan halus Erna menolak pemberian narasumbernya itu. Ya,,, kendati punya kisah pahit dalam hidupnya, Erna masih sangat berpegang teguh pada prinsip-prinsip jurnalis. Biar tetap independen gituloh,,!
Karena amplop dikembalikan, Hengky merasa kurang enak. Malamnya, via SMS Hengky meminta maaf atas sikapnya itu. Erna pun membalas, “Tidak apa-apa pak”. SMS pun terus berlanjut, hingga Hengky diberi ijin untuk menelpon. Yang dibahas malam itu masih seputar masalah pemberian amplop.
Keesokan harinya, Hengky kembali menelpon. Kali ini Hengky mengajak Erna untuk makan siang di sebuah restoran tersohor di Kota Kupang sebagai tanda permintaan maafnya yang tulus. Mungkin karena lagi lapar, Erna mau saja. Keduanya akhirnya bertemu dan makan bareng. Selagi makan itulah, Hengky kembali melantunkan pujian, ”Wah,,,, kamu cantik deh”. Sontak saja, Erna tersipu malu. Dari mulutnya terucap spontan, “Makasih kak”. Karena merasa berada diatas angin, Hengky pun mulai berani mengutarakan isi hatinya. “Ade,,, jujur beta ne suka sekali dengan ade. Abis,,,, kamu manis sih,,,,” ucap Hengky tanpa beban. Karena tak percaya, Erna balik bertanya, “Masa seh”.  
Selepas itu, keduanya kembali kontak-kontakan lewat HP. Tak kenal pagi, siang atau malam. Rayuan gombal terus diluncurkan Hengky. Pelan tapi pasti, impiannya mulai menuai hasil. Belakangan Erna jadi tak berdaya. Rasa suka dibarengi semangat meraup harta berlimpah mulai merasuk dirinya. Jika semula Erna memanggil Hengky dengan sebutan pak atau kakak, kini beralih dengan panggilan sayang atau yang. Hahahay,,, dasar,,,!
Suatu ketika, Erna mengirim SMS, “Mat malam sayang, lagi dimana neh”. Hm,,,,, bagai mobil baru, Hengky langsung tancap gas. Berdalih ingin menemui gubernur, Hengky meminta ijin pada istrinya untuk keluar rumah. Sesampai di luar, di seputaran jalan El Tari Kupang, dari atas mobil, Hengky balik menelpon Erna, “Haloooo ade,,, beta lagi di jalan. Ade dimana sekarang”. “Owww,,, beta masih di kantor kak, bisa jemput beta ko,,,, soalnya beta pung sepeda motor lagi macet,” sahut Erna. “Owwww,, bisa,,,, bisa,,, sekali. Ade tunggu di situ e,,,, sekarang kaka meluncur,” sergah Hengky penuh semangat. Dalam hati Hengky bergumam, mungkin kini sudah saatnya si wartawati itu dilibas. Hahay,,,!
Benar saja, selang beberapa menit kemudian Hengky tiba. Tanpa menunggu lama, Erna langsung nyosor ke dalam mobil, duduk di depan, persis disamping Hengky. “Sekarang kita kemana de,,” tanya Hengky. “Ah,,, terserah kaka sa,,,” jawab Erna sembari menebar senyum menggoda. Hahayyyyy, kalau dua insan berlainan jenis sudah sepakat kayak begitu, apa yang mau dibuat? Tebak sendirilah,,,! Wakakakkkkkkk!
Keesokan harinya Hengky dan Erna bertingkah seperti biasa. Seolah tak pernah terjadi apa-apa. Namun sebaik apa pun borok disimpan, sekali waktu baunya akan tercium juga.  Benar saja, kira-kira sebulan berlalu, hubungan mereka tercium juga oleh wartawan desk kriminal spesifikasi bidang esek-esek dan kehidupan dunia malam.
Demi perimbangan berita, seorang wartawan koran mingguan itu mengirim SMS kepada Hengky, “Mat pagi kaka, ada waktu kah? Beta mau ketemu kaka, mau konfirmasi soal hubungan kaka dengan wartawati itu”. Waduhhhhhhh,  bagai disambar geledek, Hengky terkejut minta ampun. Jantungnya seakan mau copot. Namun ia berusaha tetap tenang. SMS si pemburu berita itu pun tak dibalas.
Entah kenapa, Rabu (1/2/12) siang, sekitar pukul 13.00 WITENG, tiba-tiba Hengky menelpon SERGAP NTT, “Bung kita bisa ketemu kah? Ada yang penting”. “Owww bisa pak. Kira-kira penting apa ya,” balas SERGAP NTT balik bertanya. “Ah,,,, pokoknya pentinglah. Kita ketemu di kantor ya,,, sekarang saya masih di kantor gubernur. Sedikit lagi saya sudah ke kantor”. “Oke the,,,” sahut SERGAP NTT memberi kepastian.
Jarak antara kantornya Hengky dengan kantor Gubernur NTT kira-kira satu kilo meter. Hari itu, kata Hengky, ia dan pejabat eselon II lainnya ada rapat bersama gubernur. Entah apa yang dibahas. Namun setengah jam kemudian Hengky sudah berada di kantornya. SERGAP NTT pun diajak masuk ke ruangannya.
Tanpa ba-bi-bu, kepada SERGAP NTT, Hengky bercerita kalau ia baru saja ditelepon oleh wartawan yang hendak menkonfirmasinya  apakah benar ia tengah menjalin kasih dengan Erna atau tidak. Kemudian ia meminta bantuan SERGAP NTT untuk berkomunikasi dengan si wartawan tabloid itu agar kisah selingkuhnya tidak ditulis. Spontan saja dalam hati SERGAP NTT menjawab, “Owwwwwww kalau itu diluar kewenangan. Terserahlah! Mau tulis keq, tidak keq, ga ada urusan. Lu yang enak, gue yang susah.  Kalau takut, ya,, jangan buat. Terus kalau itu tidak terjadi, ngapain loe takut. Ngapain loe minta jangan ditulis, Bego amat seh”.
Kepada SERGAP NTT, Hengky pun  memelas agar kisahnya tidak ditulis. Tapi karena kisahnya menarik, ya,,,, akhirnya ANDA bisa menikmati tulisan ini! Semoga bermanfaat!
By. CHRIS PARERA
About these ads

Satu gagasan untuk “Doyan Selingkuh, Wartawati Pun Dilibas”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s