Hidup atau Mati Koperasi Tergantung Anggotanya


sergapntt.com [KUPANG] – Kehidupan sebuah koperasi sangat tergantung dari sikap kerja keras, kerelaan dan kerjasama yang ditunjukkan oleh para anggota bersama para pengurus koperasi.
“Karena itu, mati atau hidupnya sebuah koperasi amat ditentukan oleh anggotanya, bukan pengurus, pengawas atau pemerintah. Koperasi harus berbasis pada anggota,” tandas Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTT, melalui Kepala Bidang Bina Lembaga Koperasi dan Pengembangan SDM Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTT, Frits Laubela, SH saat membuka dengan resmi Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Simpan Pinjam Perempuan Perkasa Murisama (KSP PPM) tahun buku ke 3 di Kupang, Minggu (26/2).
Menurut Frits, Pemerintah Provinsi NTT telah mencanangkan salah tekad menjadikan NTT sebagai Provinsi Koperasi. “Target kita NTT sebagai Provinsi Koperasi tahun 2012, tetapi sejak tahun 2010 yang lalu, Bapak Gubernur NTT telah menerima pataka penghargaan NTT sebagai Provinsi Penggerak Koperasi di Indonesia,” jelasnya.
Untuk mempertahankan predikat sebagai Provinsi Koperasi, lanjut Frits, koperasi-koperasi yang ada di kabupaten/kota se NTT harus aktif. “Masyarakat NTT harus aktif menggabungkan diri dalam wadah koperasi. Syarat sebuah koperasi yang aktif adalah secara rutin setiap tahun menggelar RAT. Karena itu, aneh kalau ada koperasi yang telah mengantongi badan hukum tetapi tidak pernah RAT,” ujar Frits, terheran-heran.
Dia menjelaskan, kharakter kehidupan koperasi di NTT senantiasa berciri seperti merpati, pedati dan sejati. “Koperasi merpati dianalogikan seperti kalau ada bantuan pemerintah baru koperasi itu dibentuk. Kalau koperasi pedati, artinya koperasinya selalu didorong-dorong dari belakang baru koperasinya jalan. Yang dibutuhkan adalah koperasi yang berciri sejati. Artinya, masuk dan menjadi anggota koperasi karena merasa ekonomi anggota terakomudir dan dapat diselesaikan melalui koperasi,” ungkap dia seraya menegaskan, “Bantuan pemerintah itu hanya stimulan saja yang utama adalah modal anggota koperasi itu sendiri.”
Di tempat yang sama Ketua KSP PPM, Rosalinda Ndiwa, S.Sos memaparkan, KSP PPM telah mengantongi akte pendirian koperasi sejak tanggal 12 Juni 2008. “Hingga kini anggota KSP PPM telah berjumlah 23 orang. Saya yakin dan percaya di waktu-waktu yang akan datang akan ada penambahan anggota koperasi demi kemajuan bersama. Hanya dengan keyakinan yang kuat dan teguh, dibarengi dengan kejujuran, kerja keras dan dedikasi yang tinggi, usaha untuk memperkuat ekonomi keluarga melalui wadah koperasi akan terlaksana dengan baik,” tegas dia dan menambahkan, “Jika ekonomi keluarga kuat, ekonomi daerah juga akan baik. Ekonomi daerah baik maka ekonomi negara akan maju.”
By. VERRY GURU

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s