Arsip Kategori: KABUPATEN KUPANG

Bayar Pajak, Bukti Kecintaan Pada Daerah


sergapntt.com, KUPANG – Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya mengatakan, pelaksanaan pekan panutan pajak yang dilakukan setiap tahun secara tertib merupakan bukti kecintaan terhadap negara dan daerah NTT tercinta.
“Pekan panutan pajak ini sangat penting. Ini merupakan bentuk kepedulian kita pada peningkatan pembangunan di daerah ini. Karena sebagian besar dana APBN untuk NTT sekitar 75 % bersumber dari pajak,” tandas Gubernur pada acara Pekana Panutan Penyampaian SPT Tahunan dan Pembayaran PBB tahun 2012 di Gedung Keuangan Negara Walikota Kupang Jalan Frans Seda, Selasa (27/3).
Gubernur meminta kepada jajaran pemerintahan maupun orang per orangan untuk mengoptimalkan penyetoran pajak dengan tertib, jujur dan patuh.
“Karena dengan membayar pajak yang tertib dan teratur merupakan bentuk kepedulian kita untuk negeri ini teristimewa untuk NTT tercinta,” kata Gubernur.
Menurut Gubernur, Pemerintah Pusat menargetkan penyetoran pajak yang berasal dari Provinsi NTT sebesar Rp 1,9 triliun.
“Target ini akan dipenuhi kurang lebih 50 % nya berasal dari Kota Kupang yakni sekitar Rp 800 miliar lebih. Karena Kota Kupang tidak terkategori daerah yang miskin di NTT,” ungkap Gubernur seraya meminta kepada aparatur untuk memberi contoh dan teladan yang baik dalam membayar pajak.
Di tempat yang sama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Pajak (DJP) Nusa Tenggara, Pontas Pane menjelaskan, Kanwil DJP Nusa Tenggara yang memiliki wilayah kerja meliputi Provinsi NTB dan NTT telah berhasil mencapai realisasi penerimaan pajak tahun 2011 sebesar Rp 3,035 triliun atau 101,67 persen dari target yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.
“Sementara target panerimaan pajak di Kanwil DJP Nusa Tenggara pada tahun 2012 ini ditetapkan sebesar Rp 3,923 triliun meningkat sebesar Rp 31 % lebih,” kata Pane.
Menurut dia, untuk mencapai target tersebut dibutuhkan peran serta seluruh masyarakat serta dukungan dan kerjasama dari seluruh pejabat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pimpinan instansi baik instansi pemerintah maupun swasta.
“Pajak mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan bernegara karena pajak merupakan sumber pendapatan negara untuk penyelenggaraan negara dan pembiayaan pembangunan,” jelas Pane.
Ikut hadir dalam acara tersebut Kajati NTT, Sriyono, SH, Kajari Kupang, Risma Lada, SH, Bupati TTS, Ir. Paul Mela, M.Si, Ketua DPRD Kota Kupang, Telendmark Daud, Kepala Biro Umum Setda NTT, Kanisius Beka, SH, Karo Hukum Setda NTT, John Hawula, SH, M.Si, Sekretaris Korpri NTT, Drs. Acmad Jamaludin dan sejumlah pejabat lainnya.          

By. Verry Guru/Ida H

Samsat NTT Tingkatkan SDM Aparatur


sergapntt.com, KUPANG – Era globalisasi telah memicu peningkatan kesadaran secara global di semua sektor kehidupan masyarakat yang wujudnya dalam bentuk pergeseran cara berpikir dan bertindak sehingga mempengaruhi semua dinamika sektor dan perilaku kehidupan masyarakat. Salah satu pergeseran cara berpikir adalah tuntutan bagaimana menyediakan pelayanan publik bermutu tinggi sesuai dengan nilai-nilai dan kebutuhan masyarakat, yang saat ini kemudian menjadi tema sentral paradigma baru dari pelayanan publik.
            
Demikian sambutan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. Frans Lebu Raya, yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi NTT, Drs. Andereas Jehalu, M.Si, pada acara pembukaan Rapat Koordinasi Sistem Administrasi Manunggal di bawah Satu Atap (Samsat) Tingkat Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT di Hotel Kristal Kupang, Selasa (20/3).
 Gubernur Lebu Raya mengatakan, kondisi obyektif menunjukkan bahwa penyelenggaraan pelayanan publik masih dihadapkan pada sistem pemerintahan yang belum efektif dan efisien serta ketersediaan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur yang belum memadai. Sebagaimana maksud dan tujuan pembentukan Samsat, kata Gubernur adalah dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat agar lebih berdaya guna dan berhasil guna.
“Oleh karena itu melalui penerapan Samsat online diharapkan menjadi salah satu jawaban dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di Provinsi NTT,” tegas Gubernur.
Gubernur menambahkan, dalam Rapat Koordinasi Samsat yang dilaksanakan ini dimaksudkan untuk membahas berbagai permasalahan dan isu-isu strategis yang berhubungan dengan pelaksanaan pelayanan publik.
“Kiranya melalui forum ini kita dapat menemukan alternatif-alternatif pemecahan terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi sehingga dapat dijadikan sebagai acuan kebijakan bersama dalam mengemban tugas,” kata Gubernur.
Gubernur berharap, pelaksanaan pelayanan publik pada kantor bersama Samsat  selalu terjadi koordinasi internal yang terintegrasi dengan mengacu pada regulasi terkait pada masing-masing kewenangan stake holder.
“Perlu bangun tim kerja yang solid dan memiliki kesamaan visi pelayanan; baik pada tataran organisasi maupun individu pelaksana pelayanan yang semuanya bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan terhadap masyarakat,” ucap Gubernur.
Di tempat yang sama Ketua Panitia Rakor Samsat, Drs. Ec. A. F. Kotten mengatakan, Samsat merupakan wahana kerja sama antara tiga unsur terkait yakni Pemerintah Daerah, Kepolisian Daerah dan Aparat Departemen Keuangan yang dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dibidang Pendaftaran Kendaraan Bermotor, Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor serta Pembayaran Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Kendaraan Bermotor sekaligus untuk mengamankan penerimaan negara maupun penerimaan daerah.
By. Verry Guru

AIDS Jadi Masalah Serius di NTT


sergapntt.com, KUPANG – Masalah HIV/AIDS di Provinsi NTT cukup mendapat perhatian serius Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi NTT.
Ini jadi masalah yang serius, karena hingga kini masih ada empat (4) kabupaten di Provinsi NTT yang belum membentuk Sekretariat KPA. Secara institusi ini lemah. Padahal upaya penanggulangan masalah HIV/AIDS sudah jadi masalah global atau masalah internasional. Siapapun yang kena masalah AIDS pasti ditangani tanpa melihat latar belakang sosial politik,” tandas Wakil Gubernur NTT yang juga Ketua Pelaksana Harian KPA Provinsi NTT, Ir. Esthon L. Foenay, M.Si saat memimpin rapat koordinasi Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan dalam Upaya Penanggulangan AIDS di ruang kerja Wagub, Selasa (20/3).
Kalau di kabupaten belum ada sekretariat KPA, sebut Wagub, akan kesulitan manakala terjadi masalah HIV/AIDS. “Saya minta Sekretaris KPA Provinsi NTT, hari ini juga untuk membuat surat penegasan kepada para Bupati atau Wakil Bupati di empat kabupaten yang belum membentuk Sekretariat KPA. Segera bentuk Sekretariat KPA. Bila perlu kita tunjuk inisiator yang ada di kabupaten untuk memudahkan terbentuknya Sekretariat KPA,” pinta Wagub.
Wagub menjelaskan, data dari tahun 1997 hingga Februari 2012 secara akomulatif  sebanyak 1491 yang terdiri dari kasus HIV sebanayk 699 dan kasus AIDS 792. “Dari total kasus 1491 yang meninggal sebanyak 403. Ini jumlah yang terdata. Belum lagi informasi yang tidak terdata dari empat kabupaten yang belum memiliki Sekretariat KPA,” ujar Wagub dan meminta kepada Sekretariat KPA Provinsi NTT untuk melakukan evaluasi yang jujur terhadap data yang ada sehingga dapat memotret dengan baik kasus-kasus HIV/AIDS di Provinsi NTT.
Di tempat yang sama, Sekretaris KPA Provinsi NTT, dr. Husein Pancratius menjelaskan, hingga kini masih ada empat kabupaten yang belum membentuk Sekretariat KPA yakni Kabupaten Manggarai Timur, Sabu Raijua, Rote Ndao dan Kabupaten Sumba Tengah.
Selain itu kata dr. Husein, ada beberapa kabupaten yang perlu mendapat perhatian serius yakni TTU dan Belu. “Ada hal-hal tertentu yang kami temukan yang berkaitan dengan standar pelayanan VCT (Voluntary Counceling and Testing) dan CST (Care Support and Treatment). Ini yang perlu mendapat perhatian serius dari KPA NTT,” jelas mantan direktur RSUD Prof. DR. W.Z. Johanes Kupang.
Menurut dr. Husein, VCT merupakan pintu masuk bagi KPA NTT untuk bertindak dalam menangani kasus HIV/AIDS. “VCT itu pintu masuk buat kami bertindak. Hal ini juga akan berpengaruh pada sistem recording dan reporting yang kami laksanakan di KPA NTT,” tandas dr. Husein, apa adanya.

By. Verry Guru


Nikmatnya Beriwisata di Kabupaten Kupang


sergapntt.com – Kabupaten Kupang merupakan sebuah daerah paling Selatan di Provinsi Tenggara Timur. Ketika berada disana, anda dapat berkunjung ke Pantai Tablolong. Pantai ini letaknya di Kecamatan Kupang Barat. Dari pusat Kota Kupang, jaraknya sekitar 30 km atau lebih kurang 45 menit perjalanan menggunakan kendaraan bermotor. Desiran ombak yang menyapu hamparan pasir putih menjadi ciri khas Pantai Tablolong. Anda dapat menjadikan pantai berpasir putih ini sebagai tempat untuk berjemur atau bermain volly pantai.
Bagi anda yang hobi memancing, pantai ini dapat juga menjadi alternatif baru. Bahkan karena ikan yang hidup di Laut Tablolong jenisnya beragam dan jumlahnya tak terhitung, pantai ini disebut juga surga bagi para pemancing. Kejernihan air lautnya dinilai sangat cocok bagi anda yang gemar berenang di laut.
Ketika berkunjung ke Pantai Tablolong, jangan sampai melewatkan kesempatan untuk melihat matahari terbit (sunrise). Karena dari kejauhan, anda dapat melihat kilauan air yang terlihat indah ketika matahari pagi mulai memancarkan sinarnya. Lain halnya ketika anda tiba di pantai itu beberapa saat sebelum matahari mulai terbenam. Anda dapat melihat matahari yang mulai berwarna kemerahan seakan tampak hilang di balik Laut Tablolong.
Tak hanya Pantai Tablolong, Kabupaten Kupang masih memiliki tempat wisata pantai lain yang juga patut untuk anda kunjungi, salah satunya adalah Pantai Oesina (baca : Usina). Pantai ini terletak di Lufileo, Kecamatan Kupang Barat. Dari pusat kota Kupang Barat, jarak menuju pantai ini lebih kurang 35 km.
Ketika berkunjung ke Pantai Oesina, anda dapat melihat hamparan pantai berpasir putih. Sama seperti di Pantai Tablolong, hamparan pasir putih di Pantai Oesina dapat juga anda jadikan tempat untuk berjemur. Bahkan, sering kali tepian Pantai Oesina dijadikan sebagai tempat untuk mendirikan tenda perkemahan.
Ratusan jenis ikan laut hias dan beragam terumbu karang di Laut Oesina dapat juga dijadikan daya tarik tersendiri bagi para penyelam. Karena air laut di Oesina begitu jernih, cukup dengan melakukan snorkeling, anda pun dapat melihat beberapa jenis ikan laut hias khas Oesina.
Berkunjung ke Kabupaten Kupang, terasa kurang lengkap jika belum mencoba rasa daging Se`i, hidangan khas orang Kupang. Hidangan yang satu ini cukup populer bagi masyarakat Kupang. Konon, sejak tahun 1986, hidangan ini telah diminati oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Arti kata Se`i konon berasal dari Bahasa Rote yang artinya daging yang disayat tipis dan memanjang. Biasanya, bahan Se`i yakni daging babi, sapi, atau rusa. Masyarakat Kupang lebih memilih se`i babi. Namun, di beberapa restaurant di kota Kupang, se`i sapi juga tersedia. Sementara itu, se`i rusa, jarang ditawarkan, karena rusa telah ditetapkan sebagai satwa langka dan dilindungi.
Penyajian daging se`i khas Kupang relatif sederhana. Hanya dengan cara diasap dan diberi aneka bumbu dapur, hidangan ini telah siap untuk dihidangkan. Namun agar terasa lembut di lidah, daging ini harus diasapi di atas bara api yang menggunakan kayu kusambi selama lebih kurang 5 hingga 9 jam. Bagi pecintanya, kenikmatan hidangan ini telah dapat dirasakan mulai dari cicipan pertama. Rahasia kelezatan daging se`i terletak pada bumbunya. Sebelum diasapi, daging se`i terlebih dahulu dilumuri dengan madu khas Kupang. Jadi, jika anda ingin menikmati sensasi pantai, serta nikmatnya daging se`i yang lezat, tidak ada salahnya jika anda menjadikan dan menambahkan Kupang sebagai salah satu tempat alternatif untuk berlibur dan berwisata
by. */chris parera